Cari Blog Ini

Selasa, 22 Agustus 2017

PENGUATAN PERAN KELUARGA DALAM PENDIDIKAN ANAK

Keluarga merupakan bagian terkecil yang mengorganisir setiap individu. Dalam keluarga termasuk anak dan orangtua, masing-masing memiliki peranan, hak dan kewajiban yang berbeda.
Orang tua memiliki kewajiban dan tanggung jawab terhadap anak. Diantaranya memiliki tugas mendidik, meliputi pola asuh, serta pendidikan yang baik. Kemudian pembentukan karakter yang baik dan pembiasaan beribadah sesuai dengan agama yang diyakini dalam keluarga tersebut.
Setiap keluarga memiliki polas asuh yang berbeda-beda, hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Yakni suku, budaya, tingkat pendidikan bahkan penghasilan orangtua. Hal inilah yang membedakan perbedaan pola asuh antar generasi. Namun pada umumnya perbedaan pola asuh dipengaruhi oleh tingkat pendidikan orangtua. Semakin tinggi pendidikan orangtua maka pola asuh yang diterapkan akan semakin sesuai dengan teori pendidikan pada umumnya,
Namun dengan tingkat pendidikan orangtua yang semakin tinggi menyebabkan waktu yang digunakan untuk berinteraksi antar orangtua dan anak berkurang. Hal ini tak ayal, membuat banyak orangtua menyerahkan pengasuhan anak-anaknya pada baby sitter atau asisten rumah tangga. Para orangtua lebih disibukkan dengan mencari nafkah. Namun ada juga orangtua yang memiliki penghasilan terbatas juga sulit untuk memiliki waktu luang pengasuhan bagi anak-anaknya. Karena bagaimanapun juga orangtua tetap sibuk untuk mencukupi kebutuhan primer mereka. Sehingga mengakibatkan waktu untuk berinteraksi, membimbing, memberikan perhatian, mencurahkan kasihsayang terbatas.
Pada saat pulang ke rumah orangtua sudah letih, kehabisan energi. jadi, hal ini akan mempengaruhi pola asuh dan hasilnya. Karena pola asuh yang diterapkan orangtua akan mempengaruhi pola pikir anak, perilaku, karakter dan keberhasilannya dalam mengikuti pendidikan formal.
Misalnya seorang anak yang dibesarkan dengan pola asuh kekerasan verbal atau fisik, (dicubit, dihardik, dipukul, dijewer ketika melakukan kesalahan) maka dia akan terbiasa dengan kekerasan itu, dan tidak menutup kemungkinan juga akan melakukannya di sekolah. Sebaliknya anak yang tidak terbiasa mengalami keekrasan verbal dan fisik maka dia tidak melakukan itu. Di mana kekerasan di sekolah tidak dibenarkan bukan? Anak yang tidak mengalami kekerasan, cenderung lebih tenang dapat berkonsentrasi belajar. Inilah yang mempengaruhi keberhasilan anak. (prestasi akademik)
Seorang anak yang dibiasakan dengan pola asuh disiplin mati, misalnya segala pekerjaan baik di sekolah maupun diharus selesai tepat waktu, harus dilakukan tanpa peduli anak mengalami kesusahan atau kendala. Hal ini menyebabkan anak merasa tertekan. Berbeda dengan anak yang dibesarkan juga dengan disiplin, teratur tetapi diarahkan, dimotifasi, dibimbing, dijelaskan. Misalnya anak tidak mau mengerjakan PR, orangtua memberikan penjelasan, motifasi sehingga anak mau mengerjakan PR. Bagaimanapun kesibukan orangtua, tetap harus tetap harus menyediakan waktunya untuk berinteraksi dengan anak. Untuk mengetahui perkembangan anak, memahami anak, mendampingi, menemani mengerjakan pekerjaan rumah, menanyakan PR mengetahui bagaimana dia di sekolah, perkembangan mental maupun kemampuan akademik anak.
Dampak yang sangat besar daro pola asuh adalah karakter dan perilaku anak. Ada pepatah yang mengatakan anak cerminan dari orangtuanya, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Hal ini sangat menggambarkan pola asuh yang diterapkan orangtua terhadap karakter anak dan perilaku anak. Pada umumnya anak akan meniru apapun yang dicontohkan oleh orangtuanya terlepas dari benar, salah, baik atau tidak baik. Misalnya kebiasaan berbicara saat makan, pada saat makan orangtuanya berbicara makan sambil berbicara. Tanpa sadar anak memaklumi dan menganggap itu boleh. Contoh lain kebiasaan menggumpat, orangtua sering menggumpat didengar dan ditiru anak. Hal ini merupakan sangat salah, setidaknya ada dua kesalahan yang pertama ketika anak mencontoh menggumpat, orangtua salah karena memberkan contoh yang salah kemudian anak melakukan dan orangtua menegur atau meluruskan. Di sini orangtua tidak berperan sebagai uswatun hasanah atau teladan yang baik. Dalam hal ini orangtua tidak berprilaku sebagai pengaruh, pembimbing tetapi hanya sebagai pengawas. Hal ini menimbulkan dualisme pada pemikiran anak, kenapa orangtua bisa melakukan tetapi kenapa saya tidak, anak akan kebingungan sehingga ia sulit membedakan mana yang benar dan yang salah. Malahan anakm berpikir ketika besar anak boleh melakukan kesalah itu. Ini malah berbahaya, karena anak berpikir ketika dia besar dia boleh melakukan itu.
Sebaliknya anak yang dibiasakan dengan karakter baik, misal menyapa oranglain ketika berjalan (mengucapkan permisi) ketika berlalu lalang di depan orang lain. Orangtua selalu mencontohkan ini maka anak akan mengikutinya, ketika anak tidak melakukan itu maka orangtua menegur dengan bijak. Cara menegur orangtua kepada anak berbuat salah, juga mempengaruhi. Ketika anak ditegur di depan orang lain, dengan suara yang keras anak akan merasa malu, minder. Berbeda ketika anak melakukan kesalahan orangtua menegur dengan baik, dihargai, maka anak bisa tumbuh dengan menghargai oranglain, self conidence.
Berikutnya dia akan memperlakukan oranglain seperti dia diperlakukan, itu hukum alam dengan sendirinya. Hanya saja menanamkana kebiasaan baik itu lama dan perlu sabar, contoh yang tidak putus-putus. Hal ini harus disadari orangtua sebagian dari konsekwensi peran sebagai orangtua, mau tidak mau kita sebagai orangtua harus memantapkan peran kita yang multipungsi ini. Demi keberhasilan anak kita sendiri, memiliki karakter yang baik dan kemampuan akademik yang bagus.

Oleh Haida (Guru Pendidikan Agama Islam)

Senin, 14 Agustus 2017

RAPAT KOMITE BENTUK SINERGI DENGAN ORANG TUA WALI MURID

Suasana diskusi dalam acara Rapat Komite SDS Surya Persada

Sesuai dengan Recana Kerja Tahunan Sekolah (RKTS) rapat komite sekolah merupakan rapat rutin yang diadakan oleh SDS Surya Persada untuk mempertemukan orang tua wali murid, komite dan guru. Dengan adanya rapat komite sekolah akan menjadikan orang tua siswa lebih dekat dengan sekolah karena biasanya orang tua mengunjungi sekolah hanya dua kali setahun yaitu ketika pengampilan raport semester 1 dan raport semester 2.
Sesuai dengan kesepakatan bersama antara dewan guru dengan pengurus komite, pelaksanaan rapat komite dilaksanakan pada awal Agustus 2017 tepatnya hari Sabtu, tanggal 12 Agustus 2017. Sekolah sebagai fasilitator mempersiapkan segala sesuatu untuk mengadakan rapat tersebut mulai dari tempat, konsumsi dan lain sebagainya.
Dalam rapat komite kali ini ada beberapa hal yang manjadi bahan diskusi bersama diantaranya pencapaian quarter 2 SDS Surya Persada, jadwal ekstrakurikuler, peraturan sekolah dan penerimaan dana BOS. Kegiatan diawali dengan doa yang dipimpin langsung oleh Ustadz Mawahib, dilanjutkan  dengan sambutan Kepala Sekolah SDS Surya Persada Bapak Mochammad Nurul Huda, S.Psi dan dilanjutkan dengan sambutan Ketua Komite Bapak Agus Wantara.
Diskusi pertama membahas mengenai pencapaian Quarter 2 (Q2). Kepala SDS Surya Persada memberikan penjelasan tentang seragam, buku K13, standar lulusan dan prestasi siswa. Untuk prestasi siswa tertinggi sampai bulan Agustus 2017 ini yaitu SDS Surya Persada mewakili Provinsi Kalimantan Tengah dilomba PAI pada cabang lomba pidato tingkat nasional di Aceh nanti.
Diskusi kedua membahas mengenai jenis ektrakurikuler yang wajib dan ekstrakurikuler pilihan, jadwal dan tata tertib sekolah. Diskusi kedua disampaikan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan. Pembahasan yang mendalam dalam ekstrakurikuler ini yaitu tetang ekstrakruikuler renang, karena menyangkut biaya masuk ke dalam kolam renang. Dalam rapat komite diputuskan bahwa untuk ektrakruikuler renang biaya masuk kolam renang akan di bebankan kepada orang tua siswa. Namun kegiatan ektrakrukuler ini akan dimusyawarahkan kembali dengan orang tua siswa yang mengikuti ekstrakurikuler renang tersebut.
Diskusi terakhir yaitu pemaparan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) oleh bendahara BOS Bapak Marwoto, S.Pd. Bendahara BOS menjelaskan panjang lebar tentang Dana BOS mulai dari penerimaannya dari mana, penggunaannya untuk apa dan seterusnya. Dalam penjelasannya tentang dana BOS juga ditambahkan oleh kepala SDS Surya Persada. Ada beberapa masukan dari orang tua siswa tentang penggunaan dana BOS yang akan menjadi catatan sekolah untuk perbaikan berikutnya. Rully SDS Surya Persada

Kamis, 03 Agustus 2017

SURYA PERSADA MENUJU PENTAS PAI NASIONAL 2017

Alhamdhulillahirobbil’alamin, tiada terkira rasa syukur ini saya lantunkan teruntuk Rabbku yang Maha Agung dan penyayang kepada seluruh makhluk-Nya. Tiadaku pungkiri memang jalan yang saya tapaki saat  ini sudah dituliskan Sang Rabb di Lauhul Mahfudz. Maka dari itu tiada kata syukur yang bisa aku selalu lantunkan kepada Rabbku, yang telah membimbingku sehingga bisa mengantarkan anak didikku menuju kancah Nasional.
Semua ini berawal dari undangan Pentas PAI Kecamatan Arut Utara pada awal bulan April lalu. Mulai dari menyusun naskah pidato, mencari siswa yang mempunyai kemampuan dan semangat untuk mengikuti kegiatan tersebut, membimbing siswa untuk bisa memahami isi pidato sehingga bisa membawakannya dengan penuh penghayatan dan penyampaian yang sesuai dengan isi pidato. Bahkan tak jarang latihan sampai mengurangi waktu istirahat guru pembimbing maupun siswa yang dibimbing, hal ini dilakukan untuk memberikan yang terbaik bagi sekolah kami yang tercinta SDS Surya Persada PT. SINP-PBNA. Semakin mendekati hari seleksi bukannya semakin banyak waktu untuk bersantai ria, tapi semakin kurang rasanya waktu untuk mempersiapkan anak didik yang mengikuti perlombaan.
Sampai pada akhirnya waktu yang dinantikan-pun tiba, seleksi tingkat Kecamatan Arut Utara, salah satu anak tangga yang harus kami lewati untuk meraih mimpi Nasional. Dari seleksi ini mulai sirnalah sedikit kabut yang menutupi jalan kami, dengan meraih juara pertama pada beberapa cabang lomba. Berikut ini adalah hasil seleksi Pentas PAI tingkat Kecamatan Arut Utara yang berhasil diraih oleh siswa-siswi SDS Surya Persada :
1.     MTQ putra (terbaik pertama)
2.    MTQ putri (terbaik pertama)
3.    MHQ putra (terbaik ke tiga)
4.    MHQ putri (terbaik ke dua)
5.    Pidato PAI putra (terbaik pertama)
6.    Pidato PAI putri (terbaik ke dua)
7.    Cerdas Cermat PAI (terbaik pertama)
Langkah kami masihlah panjang setelah seleksi tingkat kecamatan, kami menapaki anak tangga selanjutnya yaitu seleksi tingkat Kabupaten Kotawaringin Barat di Pangkalan Buun. Beban semakin bertambah, tidak hanya membawa nama SDS Surya Persada, tetapi juga membawa namakecamatan Arut Utara. Pendampingan terhadap anak-anak semakin saya intenskan lagi, demi meraih mimpi tingkat selanjutnya. Kembali lantunan syukur saya ucapkan untuk Sang Rabb “Alhamdhulillahirobbil’alamin”, kami berhasil meraih 2 cabang juara untuk Kecamatan Arut Utara dan khususnya SDS Surya Persada yaitu :
1.     Pidato Putra (terbaik pertama)
2.    MTQ Putri (terbaik 3)
Penyerahan piala Juara Pentas PAI tk. Kabupaten
Dari seleksi Kabupaten hanya satu cabang lomba yang menjadi kesemptan saya untuk menuju Pentas PAI tingkat Provinsi Kalimantan Tengah di Palangkaraya. Kembali saya menggempur anak didik saya dengan latihan-latihan yang lebih dan lebih intens lagi. Latihan yang lebih disiplin, lebih keras dari sebelumnya agar anak didik kami siap menghadapi seleksi tingkat Provinsi tersebut, karena tidak dipungkiri lawan-lawan yang akan kami hadapi nanti lebih berat dan lebih super lagi.
Namun seperti apa kata pepatah “Usaha tiada mengkhianati hasil”. Seleksi tingkat Provinsi ini kami mendapatkan golden ticket untuk mewakili Provinsi Kalimantan Tengah untuk tampil di tingkat Nasional. Iya, kami berhasil meraih juara pertama untuk cabang Pidato PAI Putra. Kembali rasa syukur ini saya lantunkan “Alhamdhulillahirobbil’alamin”. Dengan segala perjuangan, pengorbanan, tetesan air mata, do’a dari teman-teman guru, do’a dari orang tua siswa yang dengan ikhlas mencurahkan perhatiannya, ikut serta dalam melatih dan memberikan motivasi serta supportnya. Akhirnya mampu menghantarkan kami meraih hasil yang luar biasa tersebut, jujur raihan ini diluar ekspektasi saya. Kami berhasil naik ke tangga selanjutnya, kami tidak boleh terlena dengan golden ticket yang sudah kami pegang. Justru itu menjadi cambuk bagi kami untuk berlatih dan berlatih lagi agar anak didik kami mampu memberikan yang terbaik bagi Provinsi Kalimantan Tengah, khususnya SDS Surya Persada.
Tak lupa saya meminta doa dukungan dari orang tua siswa, teman-teman seperjuangan dari Kec. Arut Utara, Kab. Arut Utara, dan Prov. Kalimantan Tengah, teman-teman guru SDS Surya Persada, Manajemen PT. SINP-PBNA dan keluarga besar yayasan Astra Agro Lestari. Semoga pada Pentas PAI tingkat Nasional yang akan diselenggarakan di Serambi Mekah (Nangroe Aceh Darussalam) pada bulan Oktober mendatang kami dapat memberikan hasil yang terbaik. Rasa syukur selalu tercurah kepada Rabb yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kepadaMu ya Rabb hamba ini meminta pertolongan dan hanya kepadaMu ya Rabb hamba ini meletakkan segala urusan.

Mengenal lebih dekat DAI cilik dari SDS Surya Persada.
Nama                             = M. Faiz Fadillah Pratama
Tempat, Tanggal Lahir   = Sragen, 6 September 2007
Putra dari, Bapak           = Slamet Widodo dan Ibu = Nani Wijayanti
Kelas                             = IV A
Karakter                  = siswa yang memiliki rasa percaya diri yang tinggi dan patuh serta hormat kepada orang tua dan guru.



Oleh : Haida, S. Pd. I (Guru Mapel PAI SDS Surya Persada)