Selasa,
8 November 2016 merupakan moment yang mengesankan bagi siswa siswi kelas IV SDS Surya Persada. Pada hari itu
kami mengadakan kunjungan kehutan konservasi di PT GSIP-AMR. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk pembelajaran eksternal bagi siswa-siswi kelas IV yang berkaitan dengan Pendidikan Lingkungan Kebun Sawit
(PLKS). Berdasarkan silabus PLKS, kegiatan pembelajaran PLKS kelas IV pada standar kompetensi ke-3 adalah mengenal keanekaragaman hayati di sekitar perkebunan sawit dan usaha dalam melindungi kelestariannya. Oleh karena itu, kami guru kelas IV A dan IV B
mengadakan kegiatan
yang tujuannya untuk mengetahui bentuk usaha dari
PT Astra Agro Lestari, Tbk dalam melindungi keanekaragaman hayati yang terdapat di Pulau
Kalimantan khususnya di area kebun sawit.
Dengan adanya kegiatan ini, kami mengetahui bahwa PT Astra Agro Lestari, Tbk khususnya yang ada di Kalimantan
Tengah sangat mengutamakan kelestarian keanekaragaman hayati yang ada dilingkungan sekitar. Hal ini dibuktikan dengan adanya hutan konservasi
yang dimaksudkan untuk mempertahankan habitat alami berbagai macam satwa endemic Kalimantan Tengah.
Kegiatan
field trip di SDS Surya Persada telah dilaksanakan sekitar 1 tahun lebih. Kegiatan ini merupakan suatu bentuk pengaplikasian dari materi-materi pembelajaran yang telah disampaikan di sekolah pada kehidupan nyata. Kegiatan pembelajaran eksternal dapat memberikan gambaran real dari setiap materi pembelajaran sehingga siswa tidak terpaku dengan imajinasi semata. Setelah dilaksanakan kegiatan ini siswa-siswi kelas IV juga diminta menceritakan kembali keanekaragaman hayati yang ada di sekitar perkebunan sawit dalam bentuk tulisan.
Kami berangkat menuju hutan konservasi pukul 08.30 WIB. Sesampainya di
sana kami disambut oleh Ibu Aurel,
beliau yang bertugas memantau perkembangan hutan konservasi
di PT AMR. Ibu Aurel dengan ramah menyapa siswa-siswi kelas IV dan mengajak mereka melakukan Tanya jawab langsung mengenai flora dan fauna yang ada di hutan konservasi tersebut. Sebelum berangkat ketempat field trip, siswa-siswi kelas IV telah diminta menulis daftar pertanyaan yang akan mereka tanyakan pada saat berada di sana. Sehingga tanpa malu-malu beberapa siswa melakukan wawancara kepada Ibu Aurel.
Di
hutan konservasi ini ada berbagai flora dan fauna yang
dilindungi keberadaannya.
Fauna yang ada di hutan antara
lain; monyet ekor panjang, elang bondo, bangau storm, burung rangkong, beruk, bekantan dan burung pekakak emas. Sedangkan flora yang ada di
hutan ini antara
lain; kantong semar,
pohon belangeran, pohon ulin, pohon keruing gajah, pohon gaharu, pohon dammar dan pohon manggis hutan. Luas hutan konservasi ini mencapai
539 ha. Ibu Aurel menambahkan bahwa cara merawat dan melestarikan ragam hayati
yang ada di hutan konservasi adalah dengan:- Tidak menebang pohon
- Tidak membakar hutan
- Tidak menangkap/ menembak satwa atau fauna
- Menanam pohon atau reboisasi
Siswa-siswi kelas IV sangat antusias dalam mendengarkan informasi yang diberikan oleh Ibu Aurel. Setelah puas melakukan wawancara, kami semua makan bersama
di saung yang ada di hutan konservasi.
Tidak lupa setelah itu, Ibu Aurel mengajak
kami masuk ke dalam hutan untuk melihat-lihat ekosistem yang ada di hutan.
Walaupun kami hanya masuk
± 200 meter dari tepi hutan, tetapi kami menikmati pemandangan serta suasana alami yang disuguhkan hutan konservasi ini.
Akhirnya
moment kunjungan ini diabadikan dengan “foto bareng” Ibu Aurel di depan gerbang masuk hutan konservasi. Kami mengucapkan terimakasih atas kerjasama dan dukungan
yang diberikan oleh bagian pengurus hutan konservasi
PT AMR karena telah mengijinkan kami berwisata sekaligus mencari ilmu dari hutan konservasi ini. Semoga dengan adanya kegiatan field trip ini,
siswa-siswi kami mendapat tambahan ilmu serta motivasi agar mereka menghargai, mencintai dan peduli kepada makhluk hidup yang ada di sekitar mereka. (Indah Nurcahyani)
